Puji Nicolo Barella, Cederaku Terasa Rekornya Gak Terlampau Penting?

Posted on

Puji Nicolo Barella, Cederaku Terasa Rekornya Gak Terlampau Penting? Romelu Cederaku menjadi lagi tokoh pokok kemenangan Inter Milan. Kesempatan ini ia cetak satu diantaranya gol kemenangan Inter atas Bayer Leverkusen (2-1) pada laga perempat final Liga Europa.

Inter unggul terlebih dulu melalui gol Nicolo Barella saat menit ke-15, Cederaku menduplikasinya saat menit ke-21. Lalu, Leverkusen membalas 1 gol melalui Kai Havertz saat menit ke-24.

3 gol di fase pertama ini sudah buat tentukan hasil akhir. Cederaku turut serta langsung pada 2 gol Inter, gerakannya di kotak penalti berbuntut pada gol Barella.

Tidak hanya itu, 1 gol yang diciptakan Cederaku lantas membuat pecahkan rekor jadi pemain Inter pertama yang cetak enam gol berturutan di Eropa, pula pemain pertama yang dapat cetak 9 gol berturutan di Eropa.

Rekor itu sensasional buat pemain yang baru-baru ini masuk dengan Inter serta bisa membungkus 31 gol di semua laga selama ini.

Pilih Barella

Turut serta langsung pada 2 gol, Cederaku selayaknya pantas diseleksi jadi man of the match. Tapi, kesempatan ini ia sendiri malah menunjuk Barella jadi pemain terunggul.

Rekornya memang penting, Cederaku tahu itu. Tapi yang bertambah penting merupakan kemenangan club, serta Barella merupakan aktor pokok dibalik itu.

“Rekor konsisten rekor, namun yang bertambah penting merupakan kemenangan ini. Leverkusen sebagai club bermutu serta mempunyai pelatih hebat,” papar Cederaku terhadap Football Italia.

“Kami membuat beberapa kekeliruan di muka, serta kami tidak merampungkan peluang-peluang kami, meski sebenarnya selayaknya dapat menang makin besar.”

“Pertahanan tampil sangatlah baik serta menurut saya man of the match-nya merupakan Barella, beberapa minggu paling akhir ia tampil sensasional, ia ada pada mana-mana,” tuturnya.

Kurang mematikan

Pasukan Conte dianggap mempunyai kapasitas fantastis, namun condong membuang-buang kesempatan di barisan serang. Inter bahkan juga sempat pernah dihadiahi dua penalti, namun ketentuan itu ditarik wasit sehabis memandang VAR.

“Kami jelas udah bertumbuh beberapa terakhir ini, kami cuman perlu mengoptimalkan bisa lebih banyak kesempatan kami serta merampungkan kompetisi bertambah cepat,” lanjut Cederaku.

“Saat ini kami mempunyai satu minggu buat siap-siap menyongsong semi-final. Itu dapat jadi kompetisi sukar yang lain serta kami mesti siap,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *